Psikoterapi



KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Mushtafa Fahmi, sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Mahmud Mahmud, menemukan dua pola dalam mendefinisikan kesehatan mental:
1.      Pola negatif ( salaby ), bahwa kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari segala neurosis dan psikosis.
2.      Pola positif ( ijaby ) bahwa kesekuhatan mental adalah kemampuan individu dalam penyesuaian terhadap diri sendiri dan terhadap lingkungan sosialnya.
Tanda – tanda kesehatan mental dalam Islam
1.      Kemapanan, ketenangan, dan rileks batin dalam menjalankan kewajiban, baik kewajiban terhadap dirinya, masyarakathan, maupun tuhan.
2.      Memadahi dalam beraktifitas. Seseorang yang rmengenal potensi, keterampilan, dan kedudukannya secara baik maka ia dapat bekerja dengan baik pula ,dan hal itu meerupakan tanda dari kesehatn mentanya. Sebaliknya, seseorang yang memaksa menduduki jabatan tertentu dalam bekerja tanpa diimbangi kemampuan yang memadai maka hal itu akan mengabatkan tekanan batin, yang pada akhirnya mendatangkan penyakit mental.
3.      Menerima keadaan dirinya dan keberadaan orang lain. Orang yang sehat mentalnya adalah orang yang menerima keadaan sendiri, baik berkaitan dengan kondisi fisik, kedudukan, potensi, maupun kemampuannya, karena itu merupakan anugerah dari allah Swt.
4.      Adanya kemampuan untk memelihar atau menjaga diri. Artinya, kesehatan mental seseorang ditandai dengan kemampuan untuk memilah – milah dan mempertimbangkan perbuatn yang akan dilakukan.
5.      Kemampun untuk memikul tanggung jawab, baik tanggung jawab keluarga, sosial, maupun agama. Tanggung jawab merupakan kematangan diri seseorang.
6.      Memiliki kemampuan untuk berkorban dan menebus kesalahan yang diperbuat. Berkorban berarti kepedulian diri seseorang untuk kepentingan bersama dengan cara memberikan sebagian kekayaan / kemampuannya.
7.      Kemampuan individu  untuk membentuk hubungan sosial yang baik yang dilandasi sikap saling percaya dan saling mengisi. Hal itu dianggap sebag tanda kesehatan mental, sebab mesing- masing pihak merasa hidup tidak sendiri.
8.      Memiliki keingan yang realistik, sehingga dapat diraih secara baik. Keinginan yang tidak realistik akan membawa seseorang ke jurang angan – angan, lamunan, kegilaan, dan kegagalan.
9.      Adanya rasa kepuasan, kegembiraan dan kebahagiaan dalam mensikapi atau menerima nikma yang diperoleh.
Tanda – tanda kesehatan mental selain yang di atas juga adanya rasa cinta. Kata cinta sulit untuk didefinisikan, sebab jika di definisikan akan membatasi ruang lingkup cinta. Cinta hanya dapat dirasakan dalam batin.
Metode  Perolehan dan Pemeliharaan  Kesehatan Mental Dalam Islam
Ada tiga pola untuk mengungkapkan metode perilehan dan pemeliharaan kesehatan mental dalam perspektif Islam. Pertama : metode tahalli, dan tajalli. Kedua : metode syariah, thariqah, haqiqah, dan makrifat. Ketiga : metode iman, islam, dan ihsan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar